Anggota DPRD Lampung : Rekrutmen P3K di MBG Lewat Tes CAT


Bandar Lampung — Anggota Fraksi Gerindra DPRD Provinsi Lampung, Mikdar Ilyas, menegaskan bahwa rekrutmen pegawai melalui skema Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) di Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dilakukan secara terbuka dan profesional melalui mekanisme tes Computer Assisted Test (CAT). Hal tersebut disampaikan Mikdar Ilyas saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Senin (09/02/2026).

Menurut Mikdar, pemberitaan yang menyebutkan bahwa setiap MBG otomatis mengangkat tiga orang menjadi pegawai P3K perlu diluruskan. Ia menegaskan bahwa pengangkatan P3K bukan otomatis, melainkan melalui tahapan seleksi yang ketat.

“Yang saya tahu, mereka yang bisa menjadi P3K itu harus mengikuti tes CAT. Bagi yang lulus, barulah mendapat posisi dan SK sebagai P3K. Jadi bukan hanya pegawai di MBG saja, masyarakat umum pun kalau lulus tes CAT di instansi manapun, ya bisa menjadi P3K,” ungkapnya. Mikdar.

Oleh karena itu, Politisi senior Gerindra Lampung itu menerangkan, dalam rencana ke depan memang terdapat tiga posisi strategis yang akan menggunakan skema P3K di dapur MBG, yakni kepala dapur/SPPG, tenaga administrasi penting, dan ahli gizi. Namun hingga saat ini, baru posisi kepala SPPG yang telah mengikuti proses seleksi.

“Sementara ini yang saya tahu baru kepala SPPG yang mengikuti tes. Itu pun bagi yang lulus. Kalau tidak lulus, ya belum bisa diangkat. Tetap ada penyaringan,” tegasnya.

Mikdar menilai, lanjutnya, keberadaan pegawai P3K di dapur MBG sangat penting untuk memastikan tata kelola berjalan profesional dan berkelanjutan. Dengan status kepegawaian yang jelas, pengelolaan dapur gizi dinilai akan jauh lebih baik dibandingkan kondisi sebelumnya.

“Kalau sudah P3K, ikatannya jelas. Ke depan kita yakin dapur ini akan dikelola secara profesional. Beda dengan kondisi sekarang, yang ikatannya belum jelas, sehingga orang-orangnya masih berharap pindah kerja ke tempat lain,” ujarnya.

Ia optimistis, pengangkatan P3K akan memberikan dampak positif, tidak hanya pada kualitas layanan gizi, tetapi juga pada stabilitas tenaga kerja.

“Dengan status yang jelas, mereka bisa bekerja lebih fokus dan hati-hati. Dampaknya pasti bagus,” kata Mikdar.

Selain itu, Mikdar juga menyoroti peluang kerja baru yang terbuka melalui Program Makan Bergizi Gratis. Menurutnya, program ini tidak hanya berdampak pada peningkatan gizi masyarakat, tetapi juga memperluas lapangan pekerjaan.

“Ini kan membuka peluang kerja. Kalau tadinya tes CAT P3K hanya untuk dinas-dinas tertentu, sekarang sudah ada peluang di Badan Gizi Nasional dan dapur MBG. Tentu ini harus kita dukung,” ungkapnya.
Mikdar bahkan berharap ke depan kuota P3K di sektor gizi bisa terus ditambah.

“Kalau bisa, semakin banyak semakin baik. Kita dukung penuh karena ini untuk kepentingan masyarakat dan masa depan generasi kita,” pungkasnya seperti dilansir wartapos

No comments:

Post a Comment