Showing posts with label DPRD. Show all posts
Showing posts with label DPRD. Show all posts

Rute Lampung–Kuala Lumpur, Ini Kata DPRD


Bandar Lampung – Sekretaris Komisi IV DPRD Provinsi Lampung, Yusnadi, menanggapi dibukanya penerbangan internasional perdana rute Lampung–Kuala Lumpur, Malaysia, melalui Bandara Raden Inten II pada kamis, 12 Februari 2026.

Ia berharap rute tersebut tidak berhenti sebagai agenda seremonial, melainkan berjalan berkelanjutan dan memberi dampak nyata bagi perekonomian daerah.

Penerbangan inaugural itu akan dilayani maskapai TransNusa dengan jadwal keberangkatan pukul 11.00 WIB dari Bandara Raden Inten II menuju Kuala Lumpur.

Yusnadi mengapresiasi langkah Dinas Perhubungan Provinsi Lampung yang dinilainya berhasil menghidupkan kembali penerbangan internasional dari Bumi Ruwa Jurai.

Namun ia mengingatkan, pengalaman sebelumnya menunjukkan rute serupa pernah dibuka lalu terhenti.

“Selamat kepada Dinas Perhubungan yang sudah melakukan terobosan. Tapi jangan sampai ini hanya sekali terbang. Dulu pernah ada penerbangan serupa yang akhirnya berhenti,” kata Yusnadi, Rabu, 11 Februari 2026.

Menurut dia, rute Lampung–Malaysia merupakan pintu strategis yang harus dijaga kesinambungannya.

Lampung dinilai memiliki potensi besar di sektor pariwisata alam, religi, budaya, kuliner, hingga komoditas hasil bumi yang bisa dipromosikan ke mancanegara.

“Kalau ini rutin, penerbangan Lampung–Malaysia bisa menjadi kunci mendatangkan wisatawan, pelaku usaha, hingga investor. Ini bukan tujuan akhir, tapi sarana konektivitas ke negara lain di Asia Tenggara,” ujarnya.

Ia menambahkan, penerbangan reguler bukan hanya melayani penumpang, tetapi juga membuka peluang pertumbuhan ekonomi dan peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).

Karena itu, Yusnadi menekankan perlunya sinergi antara Pemerintah Provinsi Lampung, DPRD, Angkasa Pura sebagai pengelola bandara, serta Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan untuk memastikan keberlanjutan rute tersebut.

“Tugas pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan memastikan penerbangan ini tidak berhenti di tengah jalan. Harus ada kesinambungan kebijakan, promosi wisata, perbaikan destinasi, dan dukungan agar maskapai tetap sehat secara ekonomi,” katanya.

Ia juga mendorong dukungan terhadap rencana penerbangan umrah melalui Bandara Raden Inten II.

Menurut dia, jumlah jemaah umrah asal Lampung cukup besar dan selama ini harus berangkat melalui Jakarta.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung, Bambang Sumbogo, menyatakan kesiapan operasional penerbangan internasional tersebut.

Hampir seluruh persyaratan telah terpenuhi dan tinggal menunggu satu persetujuan dari Kementerian Pertahanan.

“Persyaratan sudah keluar, tinggal satu dari Kementerian Pertahanan. Insyaallah 12–13 Februari ini penerbangan perdana Lampung–Kuala Lumpur bisa dilaksanakan,” kata Bambang, Senin, 9 Februari 2026.

Pada tahap awal, pola rotasi pesawat yakni Jakarta–Lampung–Kuala Lumpur–Lampung–Jakarta.

Gubernur dan Ketua DPRD Lampung Hadiri Launching IJP FC dan Turnamen Minisoccer


Bandarlampung — Ikatan Jurnalis Pemprov (IJP) Lampung resmi meluncurkan tim sepak bola IJP Football Club (IJP FC) yang ditandai dengan gelaran Turnamen Minisoccer IJP, Sabtu (14/2/2026) di Subanus X Soccer Field.

Kegiatan ini langsung dihadiri Gubernur Rahmat Mirzani Djausal, Wakil Gubernur Jihan Nurlela dan Ketua DPRD Lampung Ahmad Giri Akbar. Sekaligus Launching IJP FC. Acara berlangsung dari pukul 08.00 hingga 10.00 WIB dan diikuti puluhan jurnalis yang tergabung di IJP lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung.

Launching IJP FC ini menjadi langkah awal komunitas jurnalis Pemprov Lampung dalam mempererat silaturahmi, meningkatkan kebugaran, sekaligus membangun solidaritas antarmedia. Momen tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat dan Ketua PWI Lampung Wirahadikusumah yang ikut memeriahkan pertandingan persahabatan.

Turnamen minisoccer ini juga menjadi simbol komitmen IJP untuk terus menghadirkan kegiatan positif bagi anggotanya, baik dalam bidang olahraga maupun pengembangan profesionalisme di dunia jurnalistik.

Ketua IJP Lampung, Abung Mamasa menyampaikan bahwa pembentukan IJP FC merupakan wujud semangat baru bagi para jurnalis Pemprov Lampung. Ia menjelaskan IJP sudah melakukan kegiatan secara rutin bermain bola Minisoccer.

“Alhamdulillah IJP FC resmi kita launching. Turnamen ini bukan sekadar ajang olahraga, tetapi juga sarana mempererat kebersamaan antarjurnalis di lingkungan Pemprov Lampung,” ujarnya.

Dengan adanya IJP FC, kegiatan olahraga di kalangan jurnalis diharapkan semakin berkembang dan memberikan warna baru bagi aktivitas komunitas pers di Lampung. Serta ini nantinya sebagai seleksi untuk persiapan tim untuk mengikuti Pekan Olahraga Wartawan (Porwanas) 2027 yang dilaksanakan di Provinsi Lampung sebagai tuan rumah," ujar Ketua Penanggung jawab (Penjab) Minisoccer SIWO PWI Lampung ini. (*)

HPN 2026, Syukron Muchtar Dorong Pers Jadi Mitra Kritis


Bandarlampung: Momentum Hari Pers Nasional (HPN) 2026 menjadi refleksi penting bagi insan pers untuk terus memperkuat profesionalisme dan integritas dalam setiap karya jurnalistik. Sekretaris Fraksi PKS DPRD Provinsi Lampung, M Syukron Muchtar, menegaskan bahwa pers memiliki posisi strategis sebagai mitra kritis pemerintah, DPRD, sekaligus jembatan informasi bagi masyarakat.

Menurut Syukron, di tengah derasnya arus informasi dan tantangan era digital, pers dituntut semakin profesional, berimbang, dan berpegang teguh pada kode etik jurnalistik.

“Pers harus semakin profesional dalam menyajikan berita. Bukan hanya cepat, tetapi juga akurat, mendidik, dan mampu memberikan pemahaman yang utuh kepada masyarakat,” ujar anggota Komisi V DPRD Provinsi Lampung tersebut, Senin (9/2) malam.

Ia menilai, pemberitaan yang edukatif dan informatif bukan sekadar memenuhi kebutuhan publik akan informasi, tetapi juga berperan dalam membangun kesadaran kolektif serta mendorong kemajuan daerah.

“Pers adalah mitra terbaik pemerintah dan DPRD dalam menyampaikan program, mengawal kebijakan, sekaligus memberi masukan yang konstruktif. Kritik yang objektif justru menjadi vitamin bagi demokrasi,” tegasnya.

Syukron berharap, HPN 2026 menjadi momentum untuk mempererat sinergi antara insan pers, pemerintah daerah, dan masyarakat. Dengan sinergi yang sehat, pemberitaan tidak hanya menjadi alat kontrol sosial, tetapi juga energi positif yang menumbuhkan dan mengembangkan Provinsi Lampung.

“Lampung membutuhkan pers yang kuat, independen, dan berintegritas. Karena dari pemberitaan yang sehat, akan lahir ruang publik yang cerdas dan pembangunan yang lebih terarah. Selamat hari pers nasional untuk seluruh jurnalis yang ada di Indonesia, khususnya di Lampung,” pungkasnya seperti dilansir lampung way

Anggota DPRD Lampung : Rekrutmen P3K di MBG Lewat Tes CAT


Bandar Lampung — Anggota Fraksi Gerindra DPRD Provinsi Lampung, Mikdar Ilyas, menegaskan bahwa rekrutmen pegawai melalui skema Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) di Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dilakukan secara terbuka dan profesional melalui mekanisme tes Computer Assisted Test (CAT). Hal tersebut disampaikan Mikdar Ilyas saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Senin (09/02/2026).

Menurut Mikdar, pemberitaan yang menyebutkan bahwa setiap MBG otomatis mengangkat tiga orang menjadi pegawai P3K perlu diluruskan. Ia menegaskan bahwa pengangkatan P3K bukan otomatis, melainkan melalui tahapan seleksi yang ketat.

“Yang saya tahu, mereka yang bisa menjadi P3K itu harus mengikuti tes CAT. Bagi yang lulus, barulah mendapat posisi dan SK sebagai P3K. Jadi bukan hanya pegawai di MBG saja, masyarakat umum pun kalau lulus tes CAT di instansi manapun, ya bisa menjadi P3K,” ungkapnya. Mikdar.

Oleh karena itu, Politisi senior Gerindra Lampung itu menerangkan, dalam rencana ke depan memang terdapat tiga posisi strategis yang akan menggunakan skema P3K di dapur MBG, yakni kepala dapur/SPPG, tenaga administrasi penting, dan ahli gizi. Namun hingga saat ini, baru posisi kepala SPPG yang telah mengikuti proses seleksi.

“Sementara ini yang saya tahu baru kepala SPPG yang mengikuti tes. Itu pun bagi yang lulus. Kalau tidak lulus, ya belum bisa diangkat. Tetap ada penyaringan,” tegasnya.

Mikdar menilai, lanjutnya, keberadaan pegawai P3K di dapur MBG sangat penting untuk memastikan tata kelola berjalan profesional dan berkelanjutan. Dengan status kepegawaian yang jelas, pengelolaan dapur gizi dinilai akan jauh lebih baik dibandingkan kondisi sebelumnya.

“Kalau sudah P3K, ikatannya jelas. Ke depan kita yakin dapur ini akan dikelola secara profesional. Beda dengan kondisi sekarang, yang ikatannya belum jelas, sehingga orang-orangnya masih berharap pindah kerja ke tempat lain,” ujarnya.

Ia optimistis, pengangkatan P3K akan memberikan dampak positif, tidak hanya pada kualitas layanan gizi, tetapi juga pada stabilitas tenaga kerja.

“Dengan status yang jelas, mereka bisa bekerja lebih fokus dan hati-hati. Dampaknya pasti bagus,” kata Mikdar.

Selain itu, Mikdar juga menyoroti peluang kerja baru yang terbuka melalui Program Makan Bergizi Gratis. Menurutnya, program ini tidak hanya berdampak pada peningkatan gizi masyarakat, tetapi juga memperluas lapangan pekerjaan.

“Ini kan membuka peluang kerja. Kalau tadinya tes CAT P3K hanya untuk dinas-dinas tertentu, sekarang sudah ada peluang di Badan Gizi Nasional dan dapur MBG. Tentu ini harus kita dukung,” ungkapnya.
Mikdar bahkan berharap ke depan kuota P3K di sektor gizi bisa terus ditambah.

“Kalau bisa, semakin banyak semakin baik. Kita dukung penuh karena ini untuk kepentingan masyarakat dan masa depan generasi kita,” pungkasnya seperti dilansir wartapos

DPRD Lampung Dorong Evaluasi Jembatan Rawan Kecelakaan


Bandarlampung - Sekretaris Komisi IV DPRD Provinsi Lampung, Yusnadi, menanggapi peristiwa kecelakaan satu unit minibus yang terjun ke sungai di jembatan gantung Pekon Banjar Agung Ilir, Kecamatan Pugung, Kabupaten Tanggamus, Senin (9/2) sekitar pukul 18.00 WIB.


‎Dalam insiden tersebut, 18 penumpang berada di dalam kendaraan, dua di antaranya dilaporkan dalam kondisi kritis. Beruntung tidak ada korban jiwa. Video yang beredar di media sosial memperlihatkan badan minibus berada di sungai, sementara jembatan gantung tampak miring. Warga sekitar bergotong royong mengevakuasi penumpang dan sopir dari dalam kendaraan.

‎Yusnadi menyampaikan rasa prihatin atas kejadian tersebut. Menurutnya, kecelakaan ini harus menjadi peringatan serius bagi pemerintah untuk mengevaluasi kondisi jembatan penghubung masyarakat yang banyak sudah berusia lama dan tidak lagi layak digunakan.

‎“Ini perlu menjadi perhatian khusus. Banyak jembatan dengan konstruksi lama di Lampung yang kondisinya serupa. Jangan menunggu ada korban atau kejadian viral baru dilakukan perbaikan,” tegasnya, Selasa (10/02).

‎Ia menekankan, jembatan merupakan akses vital masyarakat, sehingga harus masuk dalam skala prioritas pembangunan dan perbaikan infrastruktur. Yusnadi mengungkapkan, dalam rapat bersama BMBK dan kementerian terkait, telah dibahas solusi perbaikan jembatan yang dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran.

‎Sebagai contoh, perbaikan jembatan di Kali Pasir dan Way Bungur, Lampung Timur, yang sebelumnya viral, kini telah menunjukkan progres. Pemerintah bahkan menyiapkan pembangunan jembatan gantung sementara agar aktivitas masyarakat tetap berjalan, sambil menunggu pembangunan jembatan permanen.

‎“Model seperti itu juga perlu diterapkan di Tanggamus dan Lampung Tengah, jembatan gantung yang sudah tidak layak dipakai. Minimal dibuatkan jembatan gantung sementara agar mobilitas antar desa tidak terputus,” ujarnya.

‎Yusnadi menegaskan, pemerintah daerah harus lebih proaktif melakukan monitoring, evaluasi, dan pemeriksaan rutin terhadap jembatan-jembatan yang ada di Lampung.

‎“Nyawa adalah yang utama. Pembangunan jalan dan jembatan di Lampung harus menjadikan keselamatan masyarakat sebagai prioritas utama,” pungkasnya seperti dilansir lampung way.

HPN 2026, Ini Kata Budhi Condrowati


Bandarlampung : Hari Pers Nasional 2026 dimaknai Anggota Komisi V DPRD Provinsi Lampung Budhi Condrowati, sebagai momentum untuk meneguhkan kembali wajah kemanusiaan dalam dunia jurnalistik. Baginya, pers bukan sekadar penyampai informasi, tetapi penjaga nurani sosial yang memastikan suara mereka yang lemah tetap terdengar.

Sebagai anggota Komisi V yang membidangi kesejahteraan rakyat, pendidikan, kesehatan, dan perlindungan sosial, Budhi Condrowati melihat langsung bagaimana peran media kerap menjadi jembatan antara penderitaan masyarakat dan respons kebijakan.

“Sering kali masalah sosial baru mendapat perhatian serius ketika media mengangkatnya. Di situlah fungsi kontrol sosial bekerja. Pers mengingatkan, mengetuk, bahkan menggugah,” ujarnya, Minggu (9/2).

Menurut Budhi, sisi kemanusiaan dalam pemberitaan tidak boleh hilang di tengah kompetisi kecepatan dan algoritma digital. Isu kemiskinan, disabilitas, akses layanan kesehatan, dan pendidikan bagi kelompok rentan membutuhkan keberanian dan empati dalam pengangkatannya.

“Pers harus hadir bukan hanya saat isu itu viral, tetapi ketika rakyat kecil membutuhkan ruang untuk didengar. Keadilan sosial tidak lahir dari diamnya informasi,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa kritik media terhadap kebijakan publik seharusnya dipandang sebagai bagian dari proses demokrasi yang sehat. Bagi Condro, kontrol sosial bukan bentuk perlawanan, melainkan pengingat agar arah pembangunan tetap berpihak pada kemanusiaan.

“Ketika pers menjalankan fungsinya dengan data dan etika, itu membantu kami di legislatif untuk melihat persoalan secara lebih utuh. Kritik yang konstruktif adalah bahan bakar perbaikan,” katanya.

Di momentum HPN 2026, Budhi Condrowati berharap insan pers terus menjaga integritas, profesionalisme, dan keberpihakan pada nilai-nilai kemanusiaan.

“Selamat Hari Pers Nasional. Tetaplah menjadi cahaya bagi mereka yang suaranya nyaris tak terdengar, dan tetaplah menjadi pengawal kebijakan agar tidak melupakan rakyat,” tandasnya seperti dilansir lampung way.

Anggota DPRD Lampung: Pers Harus Sejahtera


Bandarlampung : Anggota Komisi V DPRD Provinsi Lampung, Andika Wibawa, menegaskan pentingnya memperkuat peran pers sebagai pilar demokrasi yang independen, profesional, dan berintegritas. Menurutnya, kesejahteraan insan pers menjadi fondasi utama agar media tetap mampu menyajikan pemberitaan yang objektif dan berimbang.

“Pers yang kuat lahir dari insan pers yang sejahtera. Jika kesejahteraannya diperhatikan, maka independensi dan objektivitas dalam pemberitaan akan semakin terjaga,” ujar Andika, Senin (9/2).

Ia menilai, di tengah derasnya arus informasi dan tekanan kepentingan, jurnalis dituntut tetap tegak lurus pada fakta. Profesionalisme, kata dia, bukan sekadar slogan, tetapi komitmen moral yang harus dijaga setiap hari.

“Media bukan alat propaganda. Media adalah ruang publik yang harus menghadirkan kebenaran secara adil dan berimbang. Kritik boleh keras, tapi harus berbasis data dan fakta,” tegasnya.

Andika juga berharap ekosistem pers di Lampung semakin sehat, dengan kolaborasi yang baik antara pemerintah, legislatif, dan insan media. Ia meyakini, pembangunan daerah akan berjalan lebih transparan dan akuntabel jika pers menjalankan fungsi kontrol sosialnya secara maksimal.

“Pers adalah mitra strategis pembangunan. Tanpa pengawasan yang kuat dari media, kebijakan publik bisa kehilangan arah. Karena itu, kita ingin pers Lampung semakin profesional, berintegritas, dan tentu saja lebih sejahtera,” tambahnya.

Ia pun mengajak seluruh insan pers untuk terus menjaga marwah jurnalistik di tengah tantangan digitalisasi dan maraknya informasi yang belum terverifikasi.

“Objektivitas dan keberimbangan adalah harga mati. Itulah yang membuat pers tetap dipercaya masyarakat,” pungkas politisi Gerindra Lampung ini seperti dilansir lampung way.

Anggota DPRD Lampung: Demokrasi Butuh Pers yang Berani Menguji Kekuasaan


Bandarlampung -Hari Pers Nasional 2026 dimaknai Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Lampung, Lesty Putri Utami, bukan sebagai perayaan simbolik, melainkan sebagai titik evaluasi arah demokrasi. Baginya, pers yang sehat adalah pers yang berani menguji kekuasaan dan konsisten berdiri di sisi kepentingan rakyat.

Lesty menegaskan bahwa peran media tidak bisa dipisahkan dari kualitas pembangunan. Ia menyebut, setiap kebijakan publik, terutama di sektor pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan,membutuhkan pengawasan yang jernih dan objektif.

“Pers tidak boleh kehilangan daya kritisnya. Tanpa kontrol yang kuat dari media, kebijakan bisa kehilangan arah dan jauh dari kebutuhan masyarakat,” ujar Lesty, Minggu (09/02).

Menurut Lesty, tantangan pers hari ini semakin kompleks. Disrupsi digital menghadirkan banjir informasi, namun tidak semuanya lahir dari proses verifikasi yang benar. Di tengah situasi itu, media arus utama dituntut menjadi jangkar kebenaran.

“Kecepatan adalah tuntutan zaman, tetapi akurasi adalah prinsip. Pers harus tetap memegang etika, menjaga independensi, dan tidak larut dalam polarisasi,” tegasnya.

Lesty juga menyoroti pentingnya keberanian dalam menyuarakan kepentingan kelompok rentan. Ia meyakini bahwa fungsi pers bukan hanya menyampaikan pernyataan pejabat, melainkan menghadirkan realitas masyarakat apa adanya.

“Ketika rakyat kecil tidak terdengar, di situlah pers harus hadir. Demokrasi bukan hanya soal prosedur, tetapi soal keberpihakan pada keadilan,” kata Anggota Komisi IV DPRD Lampung sekaligus Ketua DPC PDI Perjuangan Lampung Selatan ini.

Momentum HPN 2026, lanjut Lesty, harus menjadi pengingat bahwa kebebasan pers adalah fondasi negara demokratis. Namun kebebasan itu, menurutnya, harus diiringi tanggung jawab moral dan profesionalisme yang tinggi.

Lesty menambahkan, hubungan antara pers dan instansi pemerintahan, baik legislatif maupun eksekutif seharusnya dibangun di atas transparansi dan saling menghormati peran. Ia meyakini, ruang demokrasi akan semakin sehat ketika media diberi akses yang terbuka untuk menggali data, menguji kebijakan, serta menyampaikan kritik tanpa tekanan.

“Selamat Hari Pers Nasional 2026. Teruslah menjadi mata dan telinga rakyat. Karena ketika pers tegak berdiri, demokrasi tidak akan mudah runtuh,” tutupnya seperti dilansir lampung way.

HPN 2026, Begini Kata Ni Ketut Dewi Nadi


Bandarlampung : Di tengah derasnya arus informasi dan dinamika pembangunan daerah, pers dituntut tidak hanya cepat, tetapi juga tajam dan berani. Momentum Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang jatuh setiap 9 Februari ini menjadi pengingat bahwa media memiliki tanggung jawab besar untuk tetap kritis dalam mengawal kebijakan publik, terutama yang menyentuh langsung kepentingan rakyat.

Menurut Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Lampung Ni Ketut Dewi Nadi, pers memiliki posisi penting dalam memastikan kebijakan di bidang pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan kesejahteraan sosial benar-benar berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.

“Pers bukan sekadar penyampai informasi, tetapi juga pengawas kebijakan publik. Kritik yang berbasis data dan fakta sangat dibutuhkan agar pembangunan tidak melenceng dari kepentingan rakyat,” ujarnya, Senin (9/2).

Ia menilai, di tengah percepatan arus informasi digital, tantangan yang dihadapi media semakin kompleks. Hoaks, disinformasi, dan opini yang tidak terverifikasi dapat dengan cepat memengaruhi persepsi publik. Karena itu, Dewi Nadi menekankan pentingnya menjaga akurasi dan profesionalisme.

“Kecepatan itu penting, tetapi ketepatan jauh lebih utama. Pers harus tetap menjadi rujukan yang kredibel di tengah banjir informasi,” tegasnya.

Sebagai anggota Komisi IV yang membidangi infrastruktur, ia berharap media terus memberi perhatian serius pada isu-isu pembangunan. Menurutnya, suara masyarakat kecil sering kali hanya terdengar ketika media mengangkatnya secara konsisten.

Dewi Nadi juga menyampaikan bahwa hubungan antara pemerintah dan pers harus dibangun atas dasar transparansi dan keterbukaan. Ia meyakini kolaborasi yang sehat akan mendorong terciptanya tata kelola pemerintahan yang lebih akuntabel.

“Selamat Hari Pers Nasional 2026. Semoga insan pers Indonesia semakin profesional, berintegritas, dan tetap berani menyuarakan kebenaran demi kepentingan masyarakat luas,” pungkasnya seperti dilansir lampung way.

HPN 2026, Kostiana: Pers Pilar Demokrasi


Bandarlampung ): ‎Wakil Ketua I DPRD Provinsi Lampung, Kostiana, menyampaikan ucapan selamat memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2026 kepada seluruh insan pers di Indonesia.


‎Dalam keterangannya, Kostiana berharap pers nasional terus menjalankan peran strategisnya sebagai pilar demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, profesionalisme, serta independensi dalam setiap karya jurnalistik.

‎“Semoga insan pers Indonesia senantiasa menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab, sehingga mampu mencerdaskan dan mencerahkan masyarakat,” ujar Kostiana, Senin (09/02).

‎Menurutnya, pers memiliki posisi penting dalam mengawal pembangunan, menjaga transparansi, serta menjadi jembatan informasi antara pemerintah dan masyarakat. Karena itu, kebebasan pers harus tetap dibarengi dengan etika dan tanggung jawab.

‎Seiring perkembangan teknologi informasi, Kostiana menilai tantangan pers di era digital semakin kompleks.

‎Arus informasi yang cepat melalui media sosial menuntut insan pers untuk tetap mengedepankan verifikasi, akurasi, dan literasi digital, agar masyarakat tidak terjebak pada hoaks maupun disinformasi.

‎Ia juga menekankan bahwa dalam kehidupan sehari-hari, pers berperan penting sebagai sumber rujukan informasi publik, mulai dari isu kebijakan, pendidikan, ekonomi, hingga sosial kemasyarakatan.

‎Kehadiran pers yang kredibel dinilai mampu membentuk opini publik yang sehat dan mendorong partisipasi masyarakat dalam kehidupan demokrasi.

‎Ia menegaskan bahwa peringatan Hari Pers Nasional menjadi momentum refleksi bagi seluruh insan pers untuk terus memperkuat komitmen terhadap kode etik jurnalistik.

‎“Pers kuat, masyarakat tercerahkan,” tegas Bendahara DPD PDI Perjuangan Provinsi Lampung tersebut seperti dilansir lampung way

‎Hari Pers Nasional diperingati setiap tanggal 9 Februari, bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dan ditetapkan secara resmi sejak tahun 1985. (*)

Anggota DPRD Lampung: Pers Harus Tetap Tajam dan Tak Tersandera Kepentingan


Bandarlampung - Momentum Hari Pers Nasional (HPN) 2026 menjadi refleksi penting bagi dunia jurnalistik. Anggota DPRD Provinsi Lampung Putra Jaya Umar, menegaskan bahwa pers harus tetap berdiri tegak sebagai pilar demokrasi yang independen dan berani.

Menurut Putra Jaya Umar, di tengah dinamika politik dan derasnya arus informasi digital, pers memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga kualitas demokrasi melalui pemberitaan yang akurat, berimbang, dan berbasis fakta.

“Pers tidak boleh kehilangan ketajamannya. Kritik yang objektif justru dibutuhkan agar kebijakan publik tetap berada di jalur kepentingan rakyat,” ujarnya, Senin (9/2).

Ia menilai, tantangan pers hari ini bukan hanya soal kecepatan informasi, tetapi juga tekanan kepentingan dan banjir disinformasi yang berpotensi mengaburkan fakta. Karena itu, profesionalisme dan integritas menjadi fondasi yang tidak bisa ditawar.

Sebagai anggota Komisi I yang membidangi pemerintahan, hukum dan pertanahan, Putra Jaya Umar menekankan pentingnya sinergi yang sehat antara pemerintah dan media. Ia menyebut hubungan tersebut harus dibangun di atas prinsip transparansi, bukan sekadar formalitas seremonial.

“Pers adalah mitra kritis pemerintah. Tanpa pengawasan dan kontrol sosial dari media, demokrasi akan kehilangan keseimbangannya,” tegasnya.

Ia juga berharap insan pers di Lampung terus meningkatkan literasi digital masyarakat, terutama dalam menghadapi maraknya hoaks dan polarisasi informasi di media sosial. Menurutnya, media arus utama memiliki peran strategis sebagai rujukan yang kredibel di tengah kebisingan ruang digital.

Di momen HPN ini, Putra Jaya Umar mengajak seluruh insan pers untuk terus menjaga marwah profesi dan memperkuat komitmen terhadap kode etik jurnalistik.

“Selamat Hari Pers Nasional 2026. Semoga pers Indonesia semakin kuat, independen, dan tetap menjadi garda terdepan dalam menjaga demokrasi serta kepentingan rakyat,” pungkasnya seperti dilansir lampung way.

Hari Pers Nasional diperingati setiap 9 Februari sebagai penghormatan terhadap kontribusi pers dalam perjalanan demokrasi bangsa, sekaligus pengingat bahwa kebebasan pers adalah napas bagi kehidupan publik yang sehat.

DPRD Provinsi Lampung Dukung Program Hilirisasi Ayam Potong


Bandar Lampung — Anggota Komisi II DPRD Provinsi Lampung, Mikdar Ilyas, mengapresiasi langkah hilirisasi ayam potong yang dinilai sejalan dengan potensi besar Lampung sebagai salah satu sentra produksi ayam nasional.

Menurut Mikdar, kebijakan hilirisasi merupakan langkah tepat untuk meningkatkan nilai tambah daerah. Selama ini, produksi ayam di Lampung masih didominasi pengiriman ayam hidup ke luar daerah, khususnya Pulau Jawa, karena keterbatasan fasilitas pengolahan dan Rumah Potong Ayam (RPA) modern.
“Lampung ini penghasil ayam potong yang sangat besar. Data tahun 2025 saja, sekitar 15–16 juta ekor ayam hidup per tahun dikirim ke Pulau Jawa. Ini potensi luar biasa, tapi belum maksimal karena fasilitas pengolahan kita masih terbatas,” ujar Mikdar. Senin, (09/02/2026).
Lebih lanjut, Anggota Fraksi Gerindra DPRD Lampung itu mencontohkan, sejumlah perusahaan pengolah daging ayam fillet mengakui Lampung memiliki pasokan ayam melimpah. Namun, belum mampu memenuhi kebutuhan ayam olahan karena keterbatasan Rumah Potong Ayam (RPA) modern. Akibatnya, produksi ayam hidup tidak berimbang dengan kapasitas pengolahan.
“Kalau kondisi ini tidak ditangkap oleh pemerintah daerah, ini kerugian besar. Pertama, kita kehilangan kesempatan menyerap tenaga kerja. Kedua, kita kehilangan nilai tambah ekonomi,” katanya.
Bahkan, Senio Gerindra Lampung tersebut menghitung, dari produksi 16 juta ekor ayam per tahun di tahun 2025, jika daerah memperoleh keuntungan bersih Rp3.000 per ekor, maka potensi perputaran ekonomi bisa mencapai sekitar Rp50 miliar. “Nilai tersebut belum termasuk potensi tambahan jika produksi ayam potong meningkat seiring optimalisasi dapur Makan Bergizi Gratis (MBG),” ujarnya.
Bahkan Mikdar menjelaskan, satu dapur MBG membutuhkan sekitar 300 ekor ayam potong per minggu. Jika di Lampung berdiri lebih dari 1.300 dapur, maka kebutuhan ayam potong mencapai ratusan ribu ekor per minggu.
“Ini peluang besar. Perusahaan mendapatkan pendapatan, daerah memperoleh PAD, dan tenaga kerja terserap. Secara ekonomi ini sangat positif,” tegasnya.
Namun demikian, Mikdar menekankan pentingnya regulasi harga agar hilirisasi tidak berdampak pada inflasi. Ia mengingatkan ayam potong merupakan salah satu kebutuhan pokok masyarakat.
“Harga harus mengikuti mekanisme pasar, tapi tetap ada pengaturan dari dinas terkait. Jangan sampai harga melambung dan berdampak ke inflasi. Di sisi lain, peternak juga harus tetap untung,” ujarnya seperti dilansir wartapost.

Tondi Silaturahmi Sosialisasikan Pembinaan Ideologi Pancasila Bersama Warga Gadingrejo


Pringsewu — Anggota DPRD Provinsi Lampung, Tondi Muammar Gaddafi Nasution, melaksanakan kegiatan Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di Pekon Gadingrejo, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, Minggu (08/02/2026).

Kegiatan tersebut merupakan salah satu program resmi DPRD Provinsi Lampung yang bertujuan memperkuat pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai Pancasila serta menumbuhkan semangat kebangsaan di tengah kehidupan bermasyarakat.
Dalam sambutannya, Tondi Muammar Gaddafi Nasution menyampaikan bahwa kehadirannya di Gadingrejo tidak hanya dalam rangka menjalankan tugas Sebagai Anggota DPRD Lampung, tetapi juga untuk mempererat tali silaturahmi dengan masyarakat.
“Paling tidak yang sudah lama tidak pernah menyanyikan Lagu Indonesia Raya, hari Ini bisa menyanyi secara bersama-sama. Kemudian, yang semua kita tidak pernah mengucapkan naskah Pancasila, secara bersama-sama kita ucapkan. Ini hikmah dari pertemuan kali ini,” kata Tondi Muammar Gaddafi Nasution.
Menurutnya, di kesempatan kali ini, dirinya membawa salah satu kegiatan dari DPRD Provinsi Lampung, yaitu pembinaan ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan. “Namun, yang terpenting, saya hadir ke sini ingin bersilaturahmi dengan Bapak Ibu sekalian, menambah kawan, menambah saudara,” ujar Tondi.
Selain itu, Anggota Fraksi Golkar DPRD Provinsi Lampung tersebut mengungkapkan, sebelumnya dirinya hanya mengenal beberapa tokoh masyarakat di wilayah tersebut. Namun melalui kegiatan ini, ia berharap dapat memperluas jalinan kekeluargaan dengan masyarakat Gadingrejo.

“Dulu mungkin dua tahun lalu saya hanya kenal beberapa orang saja. Sekarang alhamdulillah bisa menambah keluarga dan saudara di Gadingrejo. Kalau hari ini Mas Dodi tidak hadir, masih ada Pak Kepala Pekon dan tokoh-tokoh masyarakat lainnya,” katanya.
Terkait materi sosialisasi, Tondi menekankan bahwa nilai-nilai Pancasila, mulai dari sila pertama hingga sila kelima, harus benar-benar dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, bukan sekadar dihafalkan.
“Materi Pancasila ini sebenarnya sudah kita rasakan dalam kehidupan sehari-hari. Dari sila pertama sampai seterusnya, semuanya sudah hidup di tengah masyarakat. Tinggal bagaimana kita menjaga dan mengamalkannya secara konsisten,” jelasnya kata dia seperti dilansir wartapost.
Melalui kegiatan ini, diharapkan nilai-nilai ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan semakin mengakar di tengah masyarakat, sekaligus memperkuat hubungan antara wakil rakyat dan konstituennya di daerah.
“Saya sangat berharap, pengamalan nilai-nilai Pancasila menjadi budaya di wilayah Gadingrejo Pringsewu,” tegasnya.
‘Kepala Pekon Gadingrejo Tekankan Pentingnya Pengamalan Nilai Pancasila di Masyarakat’
Dalam sambutannya, Kepala Pekon Gadingrejo, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, Sariman, menegaskan pentingnya pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, baik di lingkungan keluarga maupun sosial, sebagai dasar memperkuat persatuan dan keadilan sosial.
Menurut Sariman, kegiatan tersebut merupakan inisiatif yang telah diagendakan dan direncanakan oleh para wakil rakyat, baik dari tingkat provinsi. Ia menyebut, agenda serupa kemungkinan akan terus berlanjut ke depannya.
“Ini tentunya inisiatif dari yang memang sudah diagendakan oleh kawan-kawan, bapak-bapak dan ibu-ibu, serta anggota dewan baik dari provinsi maupun dari Kabupaten Pringsewu. Sudah direncanakan dan diagendakan, bahkan mungkin ini bukan yang terakhir,” ujar Sariman.
Dalam kesempatan tersebut, Sariman juga mengingatkan bahwa Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia bukan hanya untuk dihafalkan, namun harus dipahami, dihormati, dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Tadi sudah kita bacakan bersama Pancasila. Pancasila ini adalah dasar negara Republik Indonesia yang perlu kita ketahui, kita hormati, dan kita amalkan dalam kehidupan bermasyarakat, baik di keluarga maupun dengan tetangga dan saudara,” katanya.
Ia mencontohkan, sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa harus tercermin dalam sikap dan perilaku masyarakat yang saling menghormati antarumat beragama. Sementara sila kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, menurutnya masih menjadi tantangan dalam pelaksanaannya.
“Keadilan sosial ini kadang-kadang memang belum semua masyarakat merasakannya secara merata. Ada yang merasa sudah adil, ada juga yang merasa belum. Itu kenyataan yang harus kita akui bersama,” ungkapnya.

HPN 2026, Fatikhatul Khoiriyah Sebut Pers Harus Berani Mengawal


Bandarlampung: Hari Pers Nasional (HPN) 2026 menjadi momentum penting untuk meneguhkan kembali peran pers sebagai pengawal demokrasi, bukan sekadar penyampai informasi. Ketua Fraksi PKB DPRD Provinsi Lampung, Fatikhatul Khoiriyah, menegaskan bahwa media harus tetap berani, independen, dan berpihak pada kepentingan publik.


Menurut Fatikhatul, pers memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan setiap kebijakan publik berjalan transparan dan akuntabel. Di tengah dinamika politik dan pembangunan daerah, fungsi kontrol sosial dari media dinilai semakin relevan.


“Pers bukan hanya memberitakan apa yang terjadi, tetapi juga memastikan apa yang terjadi itu benar-benar untuk kepentingan rakyat. Di situlah peran kritis dan keberanian dibutuhkan,” ujarnya saat diwawancarai terkait momentum Hari Pers Nasional yang jatuh setiap tanggal 9 Februari, Senin (9/2).


Ia menilai, di era digital saat ini, tantangan dunia jurnalistik semakin berat. Arus informasi yang begitu cepat sering kali mengaburkan batas antara fakta dan opini. Karena itu, profesionalisme dan kepatuhan pada kode etik jurnalistik harus tetap menjadi fondasi utama.


“Kecepatan tidak boleh mengorbankan kebenaran. Verifikasi dan akurasi adalah harga mati agar pers tetap dipercaya masyarakat,” tegasnya.


Fatikhatul juga menekankan bahwa pers yang sehat akan melahirkan ruang publik yang sehat. Media yang kredibel mampu membentuk opini publik yang konstruktif sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dalam proses demokrasi.


Ia berharap insan pers di Lampung terus konsisten mengangkat isu-isu kerakyatan, mulai dari pendidikan, kesejahteraan sosial, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat kecil.


“Selamat Hari Pers Nasional 2026. Semoga pers Indonesia semakin kuat, berintegritas, dan tetap menjadi penjaga nurani demokrasi,” pungkasnya seperti dilansir lampung way. 

Anggota DPRD Lampung: Hari Pers Nasional Momentum Perkuat Integritas


Bandarlampung: Anggota DPRD Provinsi Lampung, Imelda  menyampaikan ucapan selamat memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2026 kepada seluruh insan pers di Indonesia. Ia menilai peringatan HPN bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum penting untuk memperkuat komitmen terhadap profesionalisme dan integritas jurnalistik.

Dalam keterangannya, Imelda berharap pers nasional terus menjalankan fungsinya sebagai pilar demokrasi yang independen, kritis, dan bertanggung jawab.

“Pers memiliki peran besar dalam menjaga keseimbangan demokrasi. Melalui informasi yang akurat dan berimbang, media membantu masyarakat memahami kebijakan publik sekaligus mengawal jalannya pemerintahan,” ujar Imelda, Senin (9/2).

Menurutnya, di tengah derasnya arus informasi digital, tantangan yang dihadapi insan pers semakin kompleks. Kecepatan penyebaran informasi melalui media sosial kerap kali tidak diiringi dengan verifikasi yang memadai, sehingga membuka ruang bagi hoaks dan disinformasi.

Karena itu, Imelda menekankan pentingnya literasi digital serta konsistensi dalam memegang teguh kode etik jurnalistik. Ia meyakini bahwa kredibilitas media menjadi fondasi utama dalam membangun kepercayaan publik.

“Di era digital ini, pers dituntut bukan hanya cepat, tetapi juga tepat. Verifikasi dan akurasi harus tetap menjadi prioritas agar masyarakat tidak terjebak informasi yang menyesatkan,” tegas Anggota Komisi II DPRD Lampung ini.

Ia juga menilai keberadaan pers sangat vital dalam mendukung pembangunan daerah. Media dinilai mampu menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat, sekaligus ruang partisipasi publik dalam proses demokrasi.

Imelda berharap insan pers di Lampung khususnya, dapat terus berkontribusi dalam menciptakan iklim informasi yang sehat, edukatif, dan konstruktif.

“Selamat Hari Pers Nasional 2026. Semoga pers Indonesia semakin kuat, profesional, dan tetap menjadi garda terdepan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa,” pungkasnya seperti dilansir lampung way.

Hari Pers Nasional diperingati setiap tanggal 9 Februari, bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), sebagai bentuk penghargaan terhadap peran strategis pers dalam perjalanan demokrasi Indonesia.

Kemensos Coret 100 Ribu PBI di Lampung, Ini Kata DPRD Lampung


Bandarlampung : Anggota Komisi V DPRD Provinsi Lampung, Deni Ribowo, mengungkapkan bahwa penonaktifan kepesertaan BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang dibiayai pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) juga terjadi di Provinsi Lampung.

“Kurang lebih ada 100 ribu penerima manfaat BPJS PBI di Lampung yang dinonaktifkan,” kata Deni Ribowo, Senin (9/2).

Menurut Deni, penonaktifan tersebut dilakukan Kemensos setelah dilakukan pendataan ulang menggunakan sistem baru. Dari hasil pendataan tersebut, ditemukan sejumlah penerima manfaat yang dinilai sebenarnya mampu membayar iuran secara mandiri, namun masih tercatat sebagai peserta BPJS PBI.

“Pertama, setelah dilakukan pendataan ulang dengan sistem baru, ditemukan bahwa penerima manfaat tersebut sebenarnya mampu membayar mandiri, tapi menggunakan BPJS PBI. Kedua, penonaktifan juga terjadi karena adanya ketidaksesuaian atau pembaruan data penerima manfaat,” jelasnya.

Deni menambahkan, pemerintah telah menyiapkan sejumlah skema solusi bagi masyarakat yang terdampak, khususnya bagi pasien dengan kondisi medis mendesak seperti pasien cuci darah.

“Skema pertama, peserta bisa melakukan aktivasi dengan BPJS mandiri di kantor BPJS setempat,” ujarnya.

Skema kedua, lanjut Deni, masyarakat dapat melakukan registrasi ulang melalui aplikasi Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG) milik Kemensos, agar kembali diverifikasi sebagai penerima manfaat.

“Ketiga, untuk kondisi yang benar-benar urgent, terutama pasien cuci darah yang rutin masuk rumah sakit, saya siap membantu mencarikan solusi agar pelayanan kesehatan tetap berjalan,” tegas politisi Demokrat ini.

Ia berharap masyarakat tidak panik dan segera mengurus pembaruan data jika mengalami kendala, agar hak pelayanan kesehatan tetap dapat diperoleh secara optimal. (*)

DPRD Lampung Minta Solusi Pusat, Akses Sekolah Masih Gunakan Perahu



Bandar Lampung – Video pelajar yang menyeberangi Sungai Way Bungur dengan perahu kecil untuk pergi ke sekolah kembali beredar luas di media sosial.

Rekaman itu memperlihatkan siswa berseragam lengkap, sebagian membawa sepeda motor, mengantre di tepian sungai di Desa Kali Pasir, Kecamatan Way Bungur, sebelum menyeberang satu per satu.
Kondisi tersebut, menurut warga, telah berlangsung bertahun-tahun karena belum tersedianya jembatan penghubung yang layak.
Anggota DPRD Lampung, Yusnadi, mengatakan persoalan itu sebenarnya sudah lama disampaikan ke berbagai tingkatan pemerintahan.
Ia mengaku bersama sejumlah anggota dewan pernah meninjau langsung lokasi penyeberangan tersebut.
“Dari kabupaten, provinsi, sampai kami di DPRD sudah pernah ke sana. Untuk pengajuan agar ditangani kementerian juga sudah lama dilakukan,” kata Yusnadi pada Senin, (2/2/2026).
Ia menyebut, surat permohonan pembangunan jembatan permanen telah dikirim ke pemerintah pusat melalui kementerian terkait lebih dari setengah tahun lalu.
Bahkan, dalam rapat dengar pendapat sebelumnya, dinas teknis disebut telah memastikan pengajuan itu sudah diproses di tingkat kementerian.
“Sekarang kita menunggu proses dari kementerian. Karena memang kalau mengandalkan APBD, rasanya tidak mungkin,” ujarnya.
Menurut Yusnadi, sebagai solusi sementara, pemerintah berencana membangun jembatan gantung yang diberi nama Jembatan Merah Putih.
Opsi itu, kata dia, dinilai bisa menjadi jalan keluar sembari menunggu realisasi jembatan permanen.
“Yang sementara dulu bisa dibangun jembatan Merah Putih. Tapi tentu harapannya yang permanen tetap harus dibangun,” katanya.
Ia menambahkan, penyeberangan sungai tersebut melayani sedikitnya dua desa dengan satu lokasi sekolah yang sama, sehingga setiap hari ratusan pelajar harus melintasi sungai menggunakan perahu kecil.
Situasi ini, menurut dia, memerlukan perhatian serius karena menyangkut keselamatan anak-anak sekolah.
“Kondisinya memang memprihatinkan. Anak-anak tiap hari pakai perahu,” ucapnya seperti dilansir Onetime.Id
Yusnadi berharap semua pihak dapat mengawal proses tersebut hingga pembangunan jembatan benar-benar terealisasi, baik sementara maupun permanen, agar akses pendidikan masyarakat tidak lagi bergantung pada penyeberangan sungai yang berisiko.

Anggota DPRD Lampung Ajak Warga Parerejo Amalkan Nilai-Nilai Pancasila


Anggota DPRD Provinsi Lampung, Mustika Bahrum, kembali melaksanakan kegiatan Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di Pekon Parerejo, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, Minggu (08/02/2026).

Anggota Komisi I DPRD Provinsi Lampung, Mustika Bahrum, menegaskan pentingnya silaturahmi dan pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat. Terlebih, pertemuan yang digelar bukan sekadar agenda formal, melainkan menjadi momen silaturahmi antara wakil rakyat dengan masyarakat. Menurutnya, silaturahmi memiliki hikmah besar, di antaranya memperpanjang umur dan menambah rezeki.
“Tatap muka hari ini adalah momen silaturahmi. Hikmahnya bisa memperpanjang umur dan menambah rezeki. Yang tadinya tidak mengenal Mustika Bahrum, hari ini kita bisa saling tatap muka dan saling mengenal,” ujarnya.
Mustika juga menegaskan bahwa dirinya merupakan putra daerah Way Lima, sehingga kehadirannya di Parerejo bukan sekadar kunjungan kerja, tetapi juga sebagai ajang bertemu keluarga besar di wilayah tersebut. “Saya ini asli putra daerah Way Lima. Jadi hari ini saya bersilaturahmi dengan keluarga di Parerejo, Gadingrejo,” kata Mustika.
Pada kesempatan itu, Mustika Bahrum juga mengingatkan warga agar membaca dan memahami buku panduan yang dibagikan dalam kegiatan tersebut. Ia menilai, buku panduan itu penting sebagai dasar dan landasan dalam kehidupan bermasyarakat.
“Tolong dibaca dan dipahami buku panduan yang dibagikan. Itu penting, supaya dalam hidup bermasyarakat kita tidak lepas dari nilai-nilai Pancasila yang tertuang dalam sila-silanya,” ujarnya.
Lebih lanjut, Mustika Bahrum yang juga menyandang gelar adat Suntan Pengayom Makhga menjelaskan bahwa Pancasila dirumuskan oleh para pendiri bangsa dengan berlandaskan kultur Indonesia. Nilai-nilai Pancasila, kata dia, mengakomodasi seluruh golongan, agama, ras, dan suku yang ada di Indonesia.
“Pancasila lahir dari para pendiri bangsa yang tidak lari dari kultur wilayah Indonesia dan mengakomodir semua golongan, agama, ras, dan suku di Tanah Air,” tegasnya.
Ia pun menegaskan bahwa tidak ada alasan bagi masyarakat untuk ragu mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
“Jadi, tidak ada keraguan bagi kita untuk mengamalkan nilai-nilai Pancasila, karena sudah jelas mengakomodir semuanya,” pungkas Mustika Bahrum.
Ditempat yang sama, Kepala Pekon Parerejo, Muhadi, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh Anggota DPRD Provinsi Lampung tersebut kepada masyarakatnya.

“Alhamdulillah, kegiatan sosialisasi pembinaan ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan ini sudah yang kedua kalinya dilaksanakan di hadapan kami. Kemarin yang pertama adalah pembinaan dan sosialisasi pentingnya wawasan kebangsaan, dan hari ini kembali dilanjutkan. Ini merupakan bentuk perhatian beliau kepada masyarakat Parerejo,” ujar Muhadi.
Muhadi berharap melalui kegiatan ini, pemahaman masyarakat terhadap ideologi Pancasila semakin meningkat dan mampu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Mudah-mudahan dengan adanya acara ini, kita semakin menambah wawasan tentang ideologi Pancasila di tengah masyarakat. Harapannya, aspirasi dan kondisi masyarakat di tingkat pekon juga dapat tersampaikan dengan baik hingga ke tingkat provinsi maupun kabupaten,” tambahnya.
Sementara itu, dalam paparannya, Mustika Bahrum menekankan pentingnya menjaga dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara dan pedoman hidup berbangsa dan bernegara. Ia juga mengajak masyarakat untuk terus memperkuat persatuan, toleransi, serta semangat gotong royong di tengah tantangan sosial yang semakin kompleks.
“Pembinaan ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan merupakan tanggung jawab bersama untuk memastikan nilai-nilai luhur bangsa tetap hidup dan relevan di tengah masyarakat,” tegasnya sepeerti dilansir wartapost..

Komisi IV DPRD Lampung Minta SMA Siger Benahi Izin


Bandar Lampung – DPRD Kota Bandar Lampung melalui Komisi IV memanggil Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Yayasan Siger Prakarsa Bunda dalam rapat dengar pendapat, pada Jumat, (6/2/2026).

Rapat membahas klarifikasi dan langkah perbaikan operasional SMA Siger.
Wakil Ketua Komisi IV Muhammad Suhada mengatakan ada sejumlah catatan yang harus segera ditindaklanjuti, terutama kekurangan jam kegiatan belajar mengajar (KBM).
“Kekurangan jam belajar akan ditutup dengan penambahan kegiatan pada hari Sabtu,” kata Suhada.
Komisi IV juga menyoroti status aset sekolah dan legalitas yayasan yang menjadi syarat perizinan.
Saat ini, aset masih berstatus pinjam pakai sambil menunggu pembenahan administrasi yayasan.
“Status yayasan akan diperbaiki, penambahan jam belajar juga dilakukan untuk menutup kekurangan,” ujarnya.
Hasil RDP meminta Yayasan Siger kembali berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Lampung untuk menyelesaikan tahapan perizinan. DPRD memberi waktu satu pekan untuk melihat progres.
“Kita tunggu satu minggu. Kalau syarat terpenuhi, bisa dilanjutkan. Kalau belum, belum bisa,” kata dia.
Kegiatan belajar mengajar sementara tetap berjalan.
Namun, jika perizinan tak tuntas, opsi pemindahan siswa ke sekolah swasta lain disiapkan.

“Untuk sementara siswa masih sekolah di sana. Kalau nanti tidak bisa, akan dipindahkan ke sekolah swasta,” ujar Suhada.
Ia menambahkan, dukungan anggaran Rp10 miliar belum bisa dibahas sebelum seluruh ketentuan administratif dipenuhi.
“Kalau secara aturan belum selesai, belum bisa dianggarkan. Setelah syarat terpenuhi, baru dibahas kembali,” katanya kata dia seperti dilansir  Onetime.Id

Anggota DPRD Lampung Sosialisasikan Pancasila di Pesawaran


Pesawaran — Anggota DPRD Provinsi Lampung, Mohammad Reza Berawi, menggelar kegiatan Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan dihadapan warga yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani (KWT). di Desa Sukaraja, Kecamatan Gedung Tataan, Kabupaten Pesawaran, Sabtu (07/02/2026).

Anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD Provinsi Lampung itu menyampaikan harapannya agar pertemuan tersebut membawa keberkahan bagi masyarakat Desa Sukaraja, khususnya bagi para peserta yang hadir.
“Mudah-mudahan pertemuan kali ini mendapat keberkahan bagi masyarakat Sukaraja, Kecamatan Gedung Tataan, Kabupaten Pesawaran,” ujar Mohammad Reza Berawi dalam sambutannya.
Reza menjelaskan, saat ini dirinya mendapat amanah sebagai anggota Komisi I DPRD Provinsi Lampung yang membidangi pemerintahan. Ia menuturkan, seluruh anggota DPRD Provinsi Lampung memiliki tanggung jawab untuk turun langsung ke masyarakat melalui kegiatan sosialisasi Pancasila.
“Saat ini, kami 85 anggota DPRD Provinsi Lampung secara bersama-sama ditugaskan untuk bertemu dengan warga di daerah pemilihan masing-masing melalui konsep sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Reza menegaskan bahwa materi Pancasila akan disampaikan oleh dua narasumber yang kompeten di bidangnya, sehingga diharapkan dapat dipahami dengan baik oleh seluruh peserta.
“Untuk materi Pancasila nanti akan disampaikan oleh dua narasumber yang memiliki kompetensi dalam memaparkannya,” kata Reza.
Ia pun mengajak para ibu KWT Sukaraja untuk mengikuti kegiatan sosialisasi dengan sungguh-sungguh, agar nilai-nilai Pancasila dapat diamalkan secara utuh dan benar dalam kehidupan sehari-hari.
“Ini menjadi kesempatan bagi Bapak dan Ibu semua untuk mengikuti sosialisasi dengan baik, sehingga dalam keseharian mampu mengamalkan nilai-nilai Pancasila secara utuh dan benar,” ujarnya.
Menurut Reza, penguatan nilai-nilai Pancasila memiliki peran penting dalam membangun tatanan keluarga, lingkungan, hingga masyarakat secara luas.
“Penguatan nilai-nilai Pancasila sangat penting untuk tatanan keluarga, lingkungan, dan masyarakat, dengan harapan terciptanya kehidupan yang rukun, aman, damai, serta bermartabat,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Sukaraja yang diwakili Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Firman, menyampaikan ucapan selamat datang kepada Mohammad Reza Berawi beserta rombongan di Desa Sukaraja.
Firman juga menyampaikan bahwa Desa Sukaraja baru saja menyelesaikan agenda demokrasi desa dengan baik dan lancar.
“Selamat datang di Desa Sukaraja. Alhamdulillah, kami baru saja menyelesaikan pesta demokrasi desa dengan baik dan semuanya berjalan sesuai harapan,” ujar Firman.
Ia menambahkan, kehadiran Mohammad Reza Berawi bukanlah hal yang asing bagi masyarakat Sukaraja dan dinilai sebagai bentuk silaturahmi yang membanggakan.
“Tidak asing lagi bagi Bung Reza hadir di Desa Sukaraja. Kehadiran beliau menjadi sebuah silaturahmi yang sekaligus menjadi kebanggaan bagi kami, warga Desa Sukaraja,” pungkasnya seperti dilansir wartapost.